THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 11 September 2008

Masalah Makanan

Upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi dan menerapkan pola makan yang baik tidak selamanya berjalan mulus. Masalah makan ini biasanya muncul pada anak yang mulai diberikan makanan padat. Bila Anda menghadapi masalah tersebut, segera cari faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Setelah dapat mengidentifikasi faktor penyebabnya, lakukanlah evaluasi dan dampak nutrisi. Lakukan upaya-upaya perbaikan nutrisi dan mengatasi faktor penyebabnya, bila perlu mintalah bantuan orang yang ahli di bidang yang sesuai dengan masalah yang dihadapi anak.

Alergi Makanan

Sistem pencernaan bayi masih tergolong sensitif. Makanya, MPASI harus diberikan secara bertahap dan pada usia <>

Hentikan segera pemberian makanan bila bayi menunjukkan gejala-gejala alergi. Konsultasikan ke dokter bila bayi menunjukkan gejala-gejala alergi. Konsultasikan ke dokter bila bayi menunjukkan gejala-gejala di atas setelah makan makanan baru atau makanan tertentu.

Menolak Untuk Makan

Adakalanya bayi tiba-tiba sulit untuk makan yang ditunjukkannya dengan berbagai cara, antara lain: dengan merapatkan mulutnya, mendiamkan, mengemut, menyembur atau mempermainkan atau juga dengan memuntahkan makanannya. Cobalah untuk mencurigai hal ini dengan memeriksa kondisi bayi. Bisa jadi ia sedang sakit, tumbuh gigi, sariawan atau sedang sakit perut. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, selain mengupayakan mengatasi masalah yang sedang dialaminya:

  • Bersabarlah dan beri si kecil waktu dan semangat untuk makan.
  • Hiburlah si kecil dengan permainan imajinatif dan jadikan saat makan menjadi saat yang menyenangkan bagi bayi.
  • Tetap berikan ASI selama bayi Anda masih mau. Kandungan gizi dalam ASI cukup dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Jangan memaksa bayi untuk makan. Selera makannya akan kembali setelah ia sembuh.
  • Cobalah untuk memberikan makanan dengan sendok dalam tekstur yang lembut hingga mudah ditelan.
  • Bersikap santai dan jangan kecewa bila si bayi menolak untuk makan. Bayi dapat merasakan kekecewaan atau rasa tegang tersebut, sehingga akan mempengaruhi suasana hatinya.

0 komentar: